MANHAJ TAHDZIR ITU MEMPERSATUKAN UMAT BUKAN MEMECAH BELAH UMAT

“Orang yang mengatakan bahwa Bantahan terhadap Ahlul Bid’ah itu membuang-buang waktu, maka sebenarnya orang itulah yang membuang-buang diri (tak berguna).”

(asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullaah)

Download audio http://ar.alnahj.net/audio/306

 

MANHAJ TAHDZIR ITU MEMPERSATUKAN UMAT BUKAN MEMECAH BELAH UMAT

asy-Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullaah.

PERTANYAAN: Apakah tahdzir (memperingatkan manusia) terhadap manhaj-manhaj yang menyimpang serta para da’inya dianggap mencerai beraikan kaum muslimin dan memecah-belah barisan mereka?

 JAWABAN:

Tahdzir terhadap manhaj-manhaj yang menyelisihi manhaj salaf adalah upaya menyatukan kaum muslimin dan bukan mencerai beraikan barisan mereka. Karena sesungguhnya yang memecah belah kaum muslimin adalah manhaj-manhaj yang menyelisihi manhaj salaf.

Sejak munculnya aliran-aliran yang menyelisihi manhaj salaf setelah generasi yang utama, para ulama terus-menerus memperingatkan manusia darinya dan menjelaskan kebatilan-kebatilannya. Beratus-ratus kitab mereka bisa dijadikan sebagai bukti atas hal itu, dan mereka tidak menganggapnya sebagai pemecah belah kaum muslimin. Bahkan hal itu dinilai sebagai nasehat bagi kaum muslimin dan untuk mempertahankan persatuan kalimat mereka diatas kebenaran, dan dalam rangka membuang manhaj-manhaj yang menyelisihi al haq yang bisa mencerai-beraikan dan menjadikan mereka bergolong-golong dan berkelompok-kelompok.

Sumber: al-Ajwibah al-Mufidah ‘an As’ilatil Mahahij al-Jadidah, soal no. 53, hlm. 106-107.

Alih Bahasa: Abu Utbah Miqdad hafizhahullaah.

WA Forum Riyadhul Jannah Wonogiri.

Author: Admin