Futur dalam Tholabul Ilmi

Pertanyaan :

Memperhatikan adanya lemah semangat dan futur dalam tholabul ilmi, maka sarana dan cara apa yang bisa mendorong kpd tingginya semangat dan keinginan terhadap ilmu ? 

Dijawab  oleh Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Rifa’i hafizhahullah : 

Lemahnya semangat dalam tholabul ilmi syar’i adalah termasuk dari musibah yg besar.
Ada beberapa perkara yg mesti ditempuh diantaranya : 

1. IKHLASH LILLAAHI – عز و جل –

IKHLASH karena Alloh dalam mencari ilmu. Seseorang apabila ia ikhlas karena Alloh dalam mencari ilmu dan dia tahu bahwasanya dia akan diberi pahala dalam mencarinya dan dia akan berada di derajat ketiga dari tingkatan derajat umat ini ( sebagaimana dlm ayat dibawahnya ini. Pen. ) maka semangatnya akan naik.

وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَالرَّسُولَ فَأُولَٰئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاءِ وَالصَّالِحِينَ ۚ وَحَسُنَ أُولَٰئِكَ رَفِيقًا

Artinya : “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul(Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (QS, An Nisa : 69)

2. Agar dirinya selalu berteman dengan teman teman yang akan memotivasi / mendorongnya terhadap ilmu dan yang akan membantunya untuk berdiskusi dan membahas ilmu. Jangan berpaling dari berteman / bergaul dengan mereka selama mereka akan membantunya mendapatkan ilmu.

3. Agar menjadikan dirinya bersabar maknanya menahan dirinya dikala jiwanya ingin berpaling, Alloh تعالى berfirman kepada nabi-Nya صلى الله عليه وسلم :

وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَنْ ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطًا

Artinya : “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS. Al Kahfi : 28)

Maka hendaknya dia bersabar dan terbiasa mencari ilmu maka mencari ilmu akan menjadi karakter / tabiat yang melekat baginya, shgg satu hari tanpa ilmu menjadi terasa hari yang panjang ( terluput ilmu.pen). Adapun kalau nafsunya dia berikan keinginannya maka jangan, karena nafsu suka mengajak kpd yg jelek, dan syaithon mendorongnya untuk malas dan tidak mau belajar.

Di sarikan dari tanya kitab jawab no 6 dari kitab AL ILMU karya Fadhilatusy syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin hal 70.

WA Darussalaf Bontang

Author: Admin