Rekaman dan Terjemahan Fatwa Larangan Syaikh Ubaid untuk mendengarkan Radio Turotsiyyah Halabiyyah Ma’ribiyyah (semisal RODJA dll.)

LARANGAN MENDENGARKAN
RADIO TURATSIYYAH-HALABIYYAH-MA’RIBIYYAH (semisal RODJA dll.)
(Asy-Syaikh Al-‘Allamah ‘Ubaid Al-Jabiri Hafizhahullah)

Pertanyaan:
Di dekat kami ada radio yang dia ini pengikut At-Turotsiyyin seperti Abul Hasan dan Ali Al-Halaby dan ada sebagian Salafiyyin yang menanyakan tentang hukum mendengarkan radio ini. Dan tentunya di radio ini disebarkan perkataan Al-Halaby, Ar-Ruhaily dan selain keduanya, padahal Salafiyyin memiliki radio sendiri dan memiliki CD-CD yang merekam durusnya para ulama dan para da’i (Salafiyyin) Indonesia dalam berbagai bidang ilmu, Tauhid, Sunnah, Akhlaq. Maka apakah anda menasehati anak-anak anda di Indonesia untuk mendengarkan radio ini?

Jawab:
Yang pertama, mencukupkan diri dengan mendengarkan radio Salafiyyin dan pada yang engkau sebutkan itu sudah cukup. Maka TIDAK DINASEHATKAN UNTUK MENDENGARKAN RADIO SELAIN SALAFY YAITU RADIO-RADIO YANG MENYIMPANG, SAMA SAJA APAKAH ITU TUROTSIYYAH MAUPUN HALABIYYAH, MA’RIBIYYAH.
Kedua, barangsiapa yang DIA INI MEMILIKI KEMAMPUAN KEAHLIAN/KAPASITAS LALU MENDENGARKAN RADIO INI DALAM RANGKA MEMBANTAHNYA MAKA TIDAK MENGAPA.
JADI ORANG-ORANG AWAMNYA AHLUSSUNNAH TIDAK DINASEHATKAN UNTUK MENDENGARKAN RADIO TERSEBUT.
Kewajiban kita hanya menjelaskan, dan termasuk kelembutan dan rahmat Allah kepada kita (yaitu) Allah tidak membebani kita untuk memberi hidayah kepada hati-hati manusia dan Allah tidak membebani kita agar kebenaran itu diterima oleh mereka….
(diterjemahkan secara bebas. Sumber: rekaman pertanyaan-pertanyaan Salafiyyin Indonesia pada malam Ahad, 15 Jumadil Akhir 1433H yang bertepatan dengan 5 Mei 2012)

Link Suara: http://bit.ly/NVrfUk

Faidah-faidah yang bisa kita petik:
1.    Si penanya tidak menyebutkan secara khusus nama radio tertentu kecuali penyifatannya adalah radio dari kalangan Turatsiyyun, Abul Hasan, Al-Halaby, Ar-Ruhaily. Ini mengandung faidah yang sangat luas bahwa hukum yang ditanyakan tersebut tidak hanya tertuju pada satu atau dua radio saja (tidak ada celah bagi hizbiyyin dan para pembelanya untuk beralasan [misalnya] “Itu kan fatwa larangan untuk radio A bukan larangan mendengarkan radio B, C atau yang lainnya” atau berhilah “Nama radionya sudah berubah dari RODJA menjadi RADJA, jadi fatwa tentang larangan mendengarkan radio RODJA sudah tidak berlaku lagi” dan hilah-hilah yang lainnya.).
2.    Syaikh memberikan penegasan yang jelas lagi gamblang TIDAK DINASEHATKAN UNTUK MENDENGARKAN RADIO SELAIN SALAFY YAITU RADIO-RADIO YANG MENYIMPANG, SAMA SAJA APAKAH ITU TUROTSIYYAH MAUPUN HALABIYYAH, MA’RIBIYYAH. Maka apapun nama radio tersebut yang memiliki sifat-sifat di atas masuk dalam larangan beliau.
3.    Asy-Syaikh pada bulan Mei 2012 kemarin masih memperingatkan Salafiyyin tentang Penyimpangan Turotsiyyah maka ini adalah bantahan terhadap ucapan semisal masalah Ihya’ut Turots sudah selesai dan yang masih membicarakannya adalah PAHLAWAN KESIANGAN.
4.    Larangan bagi awam Ahlussunnah untuk mendengarkan radio Turotsiyah Halabiyyah Ma’ribiyyah.
5.    Bolehnya bagi orang yang memiliki kemampuan untuk mendengarkan radio tersebut dalam rangka membantahnya (maka bagaimana pula jika dia malah berpromosi, memuji, men-Salafy-kan dan membela tokoh-tokohnya serta menghasung ribuan orang lainnya untuk mendengarkannya?). Wallahul musta’an.

Diterjemahkan oleh Tim Darussalaf.or.id,.
Muroja’ah : Al-Ustadz Muhammad Ar-Rifa’i (Alumni Yaman)

Author: Admin

8 thoughts on “Rekaman dan Terjemahan Fatwa Larangan Syaikh Ubaid untuk mendengarkan Radio Turotsiyyah Halabiyyah Ma’ribiyyah (semisal RODJA dll.)

  1. Bagaimana pendapat antum tentang ini…?

    Jumat, 29 Juni 2012

    HUKUM BELAJAR KEPADA DAI YANG MENGAMBIL BANTUAN DARI YAYASAN HIZBIYAH
    Oleh: Syaikh Ubaid Al Jabiri Hafidzahullah

    بسم الله الرحمن الرحيمHUKUM BELAJAR KEPADA DAI YANG MENGAMBIL BANTUAN DARI YAYASAN HIZBIYAHOleh: Syaikh Ubaid Al Jabiri Hafidzahullahالسوال: ما حكم الدراسة عند بعض الدعاة الذين يدرسون كتب السلف وهم يتعاملون أو يأخذون المال من الجمعية الحزبية؟الجواب: أقول هولاء مساكين وضعفاء العزيمة. وقد جرت العادة أن مثل هولاء يقعون في شراك الجمعية المنحرفة ولو ببعض التنازلات مثل ألا يصدع ببعض بإنكار بعض البدع فيجب عليهم أن يستغنوا عن هذه الجمعيات المنحرفة. نعم.وإن كانوا – كان هولاء الدعاة الذين…- ، يقررون مسلك السلف، عقيدة السلف ومنهج السلف. يقررون الكتاب والسنة. ولا يخلطون بأفكار ضالة، فلا مانع من الدراسة عندهم إن شاء الله تعالى مع مناصحتهم وحظهم على قوة العزم وصدق النية.وقد ذكرت لكم أنه إذا كان العون من الجمعية المنحرفة مطلقا بلا شروط فلا بأس به. من ذلكم أن يقولوا لأهل القرية التي تحتاج إلى مسجد و مدرسة: هذا المال لا نشترط عليكم أي شرط. أنتم تعينون الإمام وتعينون المدرس وتعينون المؤذن، إفعلوا ما شئتم. فهذا لا بأس به إن شاء الله تعالى ولا بأس به كذلك بالدراسة على من أخذ المال لما يراه من الحاجة وهو على سلفيته، نعم، قوي في نشر السنة والصدع بإنكار البدعة وردها. نعم.Pertanyaan:Apa hukumnya belajar kepada sebagian da’i yang mereka mengajarkan kitab-kitab salaf sedangkan mereka bermuamalah atau mengambil bantuan dari yayasan hizbiyah?Jawab:Saya katakan, mereka orang-orang yang lemah azamnya. Dan biasanya orang-orang seperti mereka ikut serta dengan yayasan yang menyimpang (itu) walau dengan mengkompromikan keyakinannya. Seperti untuk tidak mengingkari sebagian bid’ah-bid’ah. Maka yang wajib atas mereka adalah berlepas dari yayasan-yayasan menyimpang ini.Dan apabila mereka mendakwahkan jalan salaf, aqidah salaf dan manhaj salaf. Mereka mendakwahkan Al Kitab dan As-Sunnah dan tidak mencampuradukkan dengan pemikiran-pemikiran sesat, maka tidak ada larangan untuk belajar kepada mereka insyaAllah Ta’aala, sambil terus menasihati mereka dan mendorong mereka agar kuat azamnya dan lurus niatnya.Dan telah aku sebutkan pada kalian bahwasanya apabila bantuan dari yayasan menyimpang ini mutlak tanpa syarat-syarat, maka tidak mengapa. Seperti apabila mereka mengatakan kepada penduduk kampung yang memerlukan masjid dan madrasah: bantuan ini kami tidak mensyaratkan pada kalian syarat apa pun. Kalian yang menunjuk imam, guru pengajar, muadzin, lakukan sesuka kalian. Yang seperti ini tidak mengapa insyaAllah, dan tidak mengapa juga belajar kepada dai yang mengambil bantuan (tersebut) karena kebutuhan sedangkan ia tetap di atas salafiahnya, kuat dalam menyebarkan sunnah dan mengingkari bid’ah-bid’ah dan membantahnya.

    Download Rekaman audio suara dari pertanyaan diatas  http://statics.ilmoe.com/kajian/users/problemamuslim/Annash-Radio/2012/Juni/Dauroh-Masyaikh-2012/Asy_Syaikh_Ubaid_Al_Jabiri-Bolehkah_belajar_kepada_dai_yg_mengajarkan_kitab_salaf_yg_mengambil_dana_atau_muamalah_dari_yayasan_hizbiyyah.mp3
    Diposkan oledFadhel Ahmad di 17:58

    1. Bismillah,

      Keesokan paginya di awal pelajaran syaikh Ubaid hafizhahullah mengoreksi penjelasan beliau agar TIDAK MENGAMBIL ILMU dari DA’I YANG TERLIBAT atau MENGAMBIL DANA dari yayasan hizbiyyah seperti Ihya’ut Turots. rekaman bisa di dengarkan dan diunduh di link berikut ini.

      https://www.box.com/s/hyqs8bevfr3m5ndku3rb

  2. hampir saja mereka melonjak kegirangan mendengar fatwa pertama syaikh ubaid, hingga koreksi beliaupun kembali membungkam paruh2 penadah dana dari at turots

Comments are closed.