DASAR MANUSIA MEMANG BANYAK MEMBANTAH

oleh -452 views

DASAR MANUSIA MEMANG BANYAK MEMBANTAH

Allah Ta’ala berfirman :

{ وَلَقَدۡ صَرَّفۡنَا فِی هَـٰذَا ٱلۡقُرۡءَانِ لِلنَّاسِ مِن كُلِّ مَثَلࣲۚ وَكَانَ ٱلۡإِنسَـٰنُ أَكۡثَرَ شَیۡءࣲ جَدَلࣰا }

“Dan sesungguhnya Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur`ān ini dengan bermacam-macam perumpamaan. Tetapi manusia adalah memang yang paling banyak membantah.” Al-Kahfi: 54]

Tafsir Al Imam Ibnu Katsir :

Allah Ta’ala mengatakan ( yang maknanya) : sungguh Kami telah menjelaskan kepada manusia dalam Al Qur’an ini. Kami telah jelaskan dan kami rincikan semua perkara, agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran dan agar mereka tidak keluar dari jalan petunjuk. Namun seiring dengan adanya penjelasan dan keterangan ini, manusia banyak membantah, banyak menentang kebenaran dengan yang bathil kecuali orang yang Allah beri petunjuk dan Allah bimbing kepada jalan keselamatan.

Berkata Imam Ahmad : Menyampaikan kepada kami Abul Yaman, mengabarkan kepada kami Syuaib, dari Az Zuhri, mengabarkan kepaku Ali bin Al Husain, bahwa Husain bin Ali mengabarkan kepadanya bahwa Ali bin Abi Thalib mengabarinya :
Bahwa pada suatu malam Rasulullah ﷺ mengetuk rumahnya dan Fathimah bintu Rasulullah ﷺ. Kemudian beliau bertanya : ” kenapa kamu berdua tidak sholat”. Maka akupun menjawab : ya Rasulullah sesungguhnya jiwa kami tidak lain di tangan Allah, kalau Allah menghendaki membangkitkan kami niscaya kamipun akan bangkit, maka beliau pun pergi setelah aku mengatakan demikian dan Beliau tidak menanggapi apapun kepadaku, akupun mendengar Beliau membaca ayat sembari menepuk paha Beliau :

وَكَانَ ٱلۡإِنسَـٰنُ أَكۡثَرَ شَیۡءࣲ جَدَلࣰا

“Dan manusia adalah makhluk yang banyak membantah” ( HR. Al Bukhari dan Muslim)

Tafsir Imam As Sa’dy :

Allah memberitahukan tentang keagungan al-Quran, kebesaran dan cakupan universalnya, dan Allah mengulang-ulangi bagi manusia bermacam bentuk perumpamaan yaitu berupa semua cara yang dapat mengantarkan kepada ilmu yang bermanfaat, dan kebahagiaan yang abadi, dan berupa semua jalan yang bisa memelihara dari kejelekan dan kebinasaan.
Di dalamnya terkandung perumpamaan-perumpaman halal dan haram, balasan amal perbuatan, dorongan dan peringatan/ancaman, berita-berita yang benar yang bermanfaat bagi hati, sebagai keyakinan, ketentraman, dan cahaya. Ini semua perkara yang semestinya mengharuskan untuk menerima dan tunduk serta patuh terhadap al-Quran, dan tidak menentang terhadapnya dalam perkara apa pun. Kendatipun demikian, kebanyakan manusia justru membantah kebenaran setelah menjadi jelas perkaranya, dan menyanggah kebwnaran dengan dasar dan cara yang bathil.

﴿لِيُدْحِضُوا بِهِ الْحَقَّ﴾

agar dengan demikian mereka dapat melenyapkan yang hak (kebenaran) (Al Kahfi 56)

Oleh karena itu, Allah berfirman,

﴿وَكَانَ الْإِنْسَانُ أَكْثَرَ شَيْءٍ جَدَلًا﴾

“Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah,”
maksudnya membantah dan menentang kandungan al-Quran. Padahal, hal tersebut tidak sepantasnya bagi mereka dan tidak akan sanggup mereka lakukan.
Faktor yang menyebabkan demikian, serta tidak maunya mereka beriman kepada Allah hanyalah sikap kezhaliman dan penentangan, bukan karena dangkalnya hujjah Allah dan penjelasan-Nya. Bila bukan ini alasannya, sekiranya azab datang kepada mereka dan hukuman pada kaum sebelum mereka mendatangi mereka, maka keadaan mereka tidak akan seperti ini. ( Selesai tafsir as Sa’dy)

Subhaanallooh

Allah Ta’ala berfirman :

{ وَمِنَ ٱلنَّاسِ مَن یُجَـٰدِلُ فِی ٱللَّهِ بِغَیۡرِ عِلۡمࣲ وَلَا هُدࣰى وَلَا كِتَـٰبࣲ مُّنِیرࣲ }

“Dan di antara manusia ada yang berani membantah Allah tanpa ilmu, tanpa petunjuk dan tanpa kitab (wahyu) yang memberi penerangan.” [Al-Hajj: 8] , [Luqman : 20]

Duhai sekiranya manusia itu menempuh bimbingan ilmu dan petunjuk ….. tentu mereka tunduk dan patuh sehingga mereka mendapat keselamatan dan kebahagian…

Walloohu a’lam bishowwab
Semoga bermanfaat
Atas kurang dan salahnya mohon maaf

Al Faqir ilaa Rabbihi
Abu Abdillah MRf

No More Posts Available.

No more pages to load.