BEDA NASIB ORANG YANG BERAT TIMBANGAN AMAL KEBAIKANNYA DAN ORANG YANG RINGAN
فَأَمَّا مَن ثَقُلَتۡ مَوَ زِینُهُۥ (6)
Maka adapun orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, (Al Qori’ah : 6)
Kata Imam As Sa’di rahimahullah :
أي: رجحت حسناته على سيئاته
yakni kebaikannya lebih berat dibanding kejelekannya
فَهُوَ فِی عِیشَةࣲ رَّاضِیَةࣲ (7)
maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan (senang) (Al Qori’ah : 7 )
Yakni في جنات النعيم ( di surga yang penuh kenikmatan.
_sebaliknya_
وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَ زِینُهُۥ (8) فَأُمُّهُۥ هَاوِیَةࣱ (9) وَمَاۤ أَدۡرَىٰكَ مَا هِیَهۡ (10) نَارٌ حَامِیَةُۢ (11) }
__Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
Maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah.__
Dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu?
(Yaitu) api yang sangat panas.
[Surat Al-Qari’ah: 6-11]
Tafsir Ibnu Katsir :
وَأَمَّا مَنۡ خَفَّتۡ مَوَ زِینُهُۥ
Dan adapun orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya,
Yaitu timbangan amal keburukannya lebih berat daripada timbangan amal kebaikannya.
{فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ}
maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. (Al-Qari’ah: 9)
Menurut suatu pendapat, makna yang dimaksud ialah terjatuh ke dalam neraka dengan kepala di bawah, yaitu neraka Jahanam. Lalu diungkapkan dengan “ummuhu” yang artinya ubun2 otaknya.
Hal yang semisal telah diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Ikrimah, Abu Saleh, dan Qatadah.
Qatadah mengatakan bahwa orang itu terjatuh ke dalam neraka dengan kepala di bawah. Hal yang sama dikatakan oleh Abu Saleh, bahwa mereka terjatuh ke dalam neraka dengan kepala di bawah.
Menurut pendapat yang lain, makna yang dimaksud ialah tempat asal yang menjadi tempat kembalinya dan tempat ia berpulang adalah Hawiyah, yaitu nama lain dari neraka.
Ibnu Zaid mengatakan bahwa Hawiyah adalah neraka yang merupakan tempat kembali dan tempat berpulang bagi orang yang amal keburukannya lebih berat daripada amal kebaikannya.
Lalu Ibnu Zaid membacakan firman-Nya:
{…وَمَأۡوَىٰهُمُ ٱلنَّارُۖ وَلَبِئۡسَ ٱلۡمَصِیرُ }
..sedangkan tempat tinggal mereka (di akhirat) adalah neraka dan ia sejelek-jelek tempat kembali (An-Nur: 57)
{وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ نَارٌ حَامِيَةٌ}
dan tahukah kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas. (Al-Qari’ah: 10-11).
Yakni sangat panas lagi sangat kuat nyala dan gejolak apinya.
Pertanyaannya adalah kepada kita :
Apakah didunia ini dirimu mau memperbanyak bekal amal kebaikan atau justru amal kejelekan ???
Jawabannya : tergantung pada amal-amal perbuatan yang anda lakukan didunia ini
{ یَـٰۤأَیُّهَا ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسࣱ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدࣲۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِیرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ }
Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan. [Surat Al-Hasyr: 18]
{ وَٱلۡوَزۡنُ یَوۡمَىِٕذٍ ٱلۡحَقُّ فَمَن ثَقُلَتۡ مَوَ زِینُهُۥ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ (8) وَمَنۡ خَفَّتۡ مَوَ زِینُهُۥ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ ٱلَّذِینَ خَسِرُوۤا۟ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُوا۟ بِـَٔایَـٰتِنَا یَظۡلِمُونَ (9) }
Timbangan pada hari itu (menjadi ukuran) kebenaran. Maka barang siapa berat timbangan (kebaikan)nya, mereka itulah orang-orang yang beruntung,
dan barang siapa yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami.
[Surat Al-A’raf: 8-9]
Walloohu a’lam bishowwab
Semoga bermanfaat
Mohon maaf jika ada salah & khilaf
Ustadz Abu Abdillah M Rifa’i
Jum’at, 11 Rabiuts Tsani 1447 / 03 Okt. 2025
Perjalanan Pama Indo menuju Ma’had Darussalaf Al Islamy Kutim

