|
 |
Kategori Hizbiyyah/Aliran
Mitos Tanah Karbala
2010-08-01 00:00:00, Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah |
|
Tidak ada satu pun hadits shahih yang menjelaskan tentang kesucian tanah Karbala’ di Irak . Lebih-lebih hadits yang menjelaskan keutamaan sujud di atas tanahnya, atau kesunnahan mengambil lempengan tanah untuk digunakan alas sujud sebagaimana yang dikerjakan oleh orang-orang syi’ah dewasa ini. Seandainya memang itu benar-benar ibadah sunnah, pasti masih akan lebih diutamakan tanah dua masjid suci yang berada di Makkah (Masjid Al-Haram) dan di Madinah (Masjid Nabawi). Makkah dan Madinah walaupun ia tanah suci, namun seorang tak dianjurkan untuk menjadikan tanahnya sebagai sarana dalam mendapatkan berkah, atau dijadikan jimat. Ini tak boleh, karena termasuk ajaran baru yang berusaha disusupkan oleh para ahli bid’ah –utamanya kelompok sesat Syi’ah- ke dalam ajaran Islam yang murni.
|
Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 2)
2010-02-09 00:00:00, Penulis: Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray |
|
Padahal kenyataan yang sebenarnya, pendapat kami bahwa Ikhwanul Muslimin adalah ahlul bid’ah hanyalah menyampaikan fatwa para Ulama mu’tabar. Diantaranya, fatwa ketua Lajnah Daimah sendiri, yaitu Asy-Syaikh Bin Baz–rahimahullah-. Hal ini telah kami jelaskan dalam catatan kaki nomor 2 dalam artikel “Mengapa Saya Keluar Dari Wahdah Islamiyah”, sebagaimana nanti -insya Allah- akan kami tampilkan fatwa tersebut. Namun sangat disayangkan catatan kaki tersebut tidak diindahkan oleh WI, apakah demi untuk memuluskan misinya dalam menjatuhkan kehormatan seorang muslim?!
|
Khuruj Jama'ah Tabligh
2010-01-27 00:00:00, Penulis: ASY SYAIKH ABDURRAZZAQ AFIFI |
|
Syaikh Abdurrazzaq Afifi – semoga Allah merahmatinya- ditanya: tentang khuruj jama'ah tabligh untuk megingatkan manusia tentang kebesaran Allah?
|
Jawaban Ilmiah Terhadap Silsilah Pembelaan Wahdah Islamiyah (Bag. 1)
2009-12-29 00:00:00, Penulis: Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray |
|
Sesuatu yang sungguh sangat saya khawatirkan akhirnya terjadi juga, yaitu kesalahpahaman orang-orang Wahdah Islamiyah (WI) atas nasihat yang saya sampaikan, pandangan yang jelek dan sinis kepada Penulis serta emosi yang berlebihan dalam menyikapi sebuah kritikan. Padahal pada bagian muqaddimah dan juga pada bagian akhir artikel yang berjudul "Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah" telah saya jelaskan beberapa argumentasi ilmiah mengapa saya menulis artikel tersebut. Tidak lain hakikatnya adalah karena kecintaan saya kepada WI, mantan guru-guru saya yang sangat saya cintai dan kaum muslimin seluruhnya, hadaaniyllahu wa iyyakum.
|
Fatwa Kesesatan Jama’ah / Yayasan / Ormas Wahdah Islamiyah (Bag. 3)
2009-12-25 01:42:22, Penulis: Penulis: Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly |
|
Dan termasuk kesalahan orang ini (Zaitun) bahwasanya dia mengkritik pemerintah di mimbar-mimbar bebas. Ini adalah jalannya khawarij karena menggerakkan massa melalui mimbar-mimbar, membawa kepada revolusi, pertumpahan darah, dan banyaknya kerusakan yang tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Dan Salaf yang mengetahui manhaj Salaf yang sesungguhnya akan melarang dari perkara ini. Dan Rasul Shollallaahu ‘alaihi wasallam memerintahakan untuk bersabar terhadap pemerintah sepanjang mereka melaksanakan sholat sampai kalian melihat kekafiran yang nyata dan jelas.
|
Fatwa Kesesatan Jama’ah / Yayasan / Ormas Wahdah Islamiyah (Bag. 2)
2009-12-18 12:32:33, Penulis: Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly |
|
Kemudian Syeikh membaca beberapa perkataan Zaitun dan memberikan komentarnya : Perkataan Zaitun : “Karena itu disini ada poin yang penting. Tauhid kita[2] hendaknya membawa kita kepada pengertian yang syamil[3] (menyeluruh) terhadap ajaran Islam ini.” Komentar Syeikh : “Demi Allah tauhid kalian menelantarkan faham Islam, tauhid kalian adalah tauhidnya Sayyid Quthb, ‘Abdurrahman ‘Abdul Kholiq dan orang-orang yang semisalnya dari kalangan Sururiyyin Quthbiyyin. Demi Allah….., kalian telah menelantarkan Islam dan kaum muslimin.”.
|
Fatwa Kesesatan Jama’ah / Yayasan / Ormas Wahdah Islamiyah (Bag. 1)
2009-12-18 12:29:58, Penulis: Syaikh Rabi’ bin Hady Al-Madkhaly |
|
Wahai penanya yang mulia, pertanyaan-pertanyaan berikut ini seputar jama’ah atau yayasan yang mereka namakan Yayasan Wahdah Islamiyah (YWI-pent). Dari selah-selah apa yang antum ajukan tentang jama’ah ini, maka saya melihat bahwasanya mereka adalah Jama’ah Hizbiyah QutHbiyah Sururiyah berlawanan dengan Ahlus Sunnah Wal Jama’ah dan manhaj mereka bertentangan dengan manhaj Ahlussunnah wal Jama’ah.
|
Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah? (Bag. 2)
2009-12-09 00:00:00, Penulis: Buletin Jum’at At-Tauhid |
|
Sampai pada urusan pernikahan, mereka berusaha bagaimana agar Ikhwan dan Akhwat mereka hanya menikah dengan sesama mereka saja, tidak dari luar kalangan WI, tanpa mengecek dulu apakah orang yang dari luar WI yang hendak menikah dengan kadernya tersebut bermanhaj yang lurus atau tidak, hal ini benar-benar terjadi, hanya karena berhubungan dengan permasalahan pribadi , maka saya tidak menyebutkan nama-nama mereka.
|
Kedudukan Kitab "Fadha'il al-a'mal", Kitab Rujukan Utama Jama'ah Tabligh
2009-12-01 00:00:00, Penulis: Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts Ilmiyah wal Ifta’ |
|
Lajnah Daimah ditanya: Syaikh Muhammad Zakaria rahimahullah termasuk ulama yang paling masyhur di India dan Pakistan, khususnya dilingkungan jama'ah tabligh. Dia memiliki beberapa tulisan, diantaranya kitab "fadha'il al-a'mal", dimana kitab ini dibanyakan dihalaqah-halaqah yang membahas agama dikalangan jama'ah tabligh.para anggota jama'ah ini meyakini kitab ini seperti "shahih bukhari", dan yang semisalnya, dan dahulu akupun bersama mereka. Disaat sedang membaca kitab ini, aku mendapati banyak kisah-kisah yang diriwayatkan, yang terkadang sulit difahami dan meyakininya. Oleh karena itu,aku mengirim kepada lembaga kalian agar dapat memberi jalan keluar dari permasalahanku ini.
|
Mengapa Saya Keluar dari Wahdah Islamiyah?
2009-11-02 09:06:03, Penulis: Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray |
|
Risalah ringkas ini sekedar mengingatkan beberapa perkara. * Pertama, penyimpangan-penyimpangan dalam tubuh WI yang diingatkan oleh asatidzah Salafiyin adalah benar-benar ada. * Kedua, para anggota dan simpatisan WI –semoga Allah Ta’ala memberikan hidayah kepadaku dan kepada kalian semuanya- hendaklah mendengarkan atau membaca dengan seksama dan penuh kejujuran semua argumen-argumen ilmiah yang ada dalam nasehat-nasehat saudara kalian (asatidzah Salafiyin), yang menginginkan keselamatan kalian –Insya Allah-.
|
|
 |